Skip to content
gbr01

Dampak Dana Transfer terhadap Perilaku Pemerintah Lokal

Gamkhar dan Shah (2007) telah melakukan kajian literatur berkenaan dengan dampak dana transfer terhadap perilaku pemerintah lokal. Mengutip Oates (dalam Gamkhar dan Shah, 2007), teori-teori berkenan dengan dampak dana transfer terhadap perilaku pemerintah terbagi ke dalam dua arus besar. Yakni generasi pertama dan generasi kedua.

Generasi pertama (first-generation theories) dicirikan dengan fenomena flypaper effect yang menjadi perhatian dominan. Secara sederhana, flypaper effect menjadi tema yang cukup menarik sebab memberikan gambaran mengenai bagaimana perilaku fiskal yang ditunjukkan oleh pemerintah penerima dana transfer.

Berikutnya adalah generasi kedua (second-generation theories) yang menitikberatkan diskursusnya pada sejauh mana dana transfer memberikan implikasi terhadap efisiensi dan kesetaraan, alih-alih sekedar menjelaskan mengenai flypaper effect.

dinar

Skema Ponzi Penyedia Jasa Umrah dan Haji: Modus Operandi serta Respon Publik

Skema Ponzi, diambil dari nama seorang penipu di tahun 1920-an, Charles Ponzi, adalah sebuah skema bisnis di mana investor awal dibayar dengan dana yang diberikan oleh investor berikutnya. Dalam skema Ponzi, klaim investasi yang menjadi dasar adalah palsu. Atau aset fisik maupun investasi keuangan yang ada sangat sedikit, jika memang ada. Dikarenakan jumlah total investor terus bertumbuh sementara pasokan calon investor baru menurun drastis, tidak tersedia cukup dana untuk membayar return yang dijanjikan atau bahkan untuk mengembalikan uang investor yang ingin mengambil kembali uangnya. Skema Ponzi lantas menjadi gelembung yang pecah, ketika penipu tidak bisa memenuhi jumlah pembayaran yang diperlukan. Dalam banyak kasus, pelaku telah menghabiskan uang investasi pada pengeluaran pribadi, depleting funds maupun mempercepat meletusnya gelembung skema ponzi yang ia jalankan.

Salah satu yang cukup terkenal adalah skema ponzi yang dijalankan Bernard Madoff. Dalam kurun waktu beberapa dekade, investor Madoff menerima annual return yang konsisten dan stabil. Investor bahkan mendapatkan account statements dan dokumentasi lainnya yang diberikan kepada investor untuk meyakinkan mereka bahwa uang mereka telah ditempatkan di investasi yang sesungguhnya. Investasi ini pun tampaknya masuk akal, terutama bagi mereka yang menerima pembayaran. Namun dalam kenyataannya, tidak ada investasi aktual bahkan tidak ada return yang aktual. Madoff membayar kembali investor awal dengan uang yang diberikan investor baru.

Pada tahun 2008, karena ekonomi global mulai menurun, sejumlah besar investor Madoff membutuhkan uang dan mulai menarik kembali investasi tunai mereka. Saat itulah skema Ponzi Madoff meletus – Ia tidak punya cukup uang untuk membayar kembali investornya dan aliran uang investor baru tentu sulit didapatkan dalam kondisi kelesuan ekonomi.

Bagaimana dengan di Indonesia? Skema ponzi rupanya banyak diadopsi biro penyedia jasa perjalanan haji dan umrah. Skema ponzi ini dikemas dalam skema Multi Level Marketing (MLM). Berdasarkan berita dalam media hajiumrahnews, Skema Ponzi ini diduga dilakukan oleh First Travel dan beberapa travel lain yang menjual harga paket umrah murah di bawah Rp 15 juta[1]. Harga tersebut sangat tidak rasional mengingat harga komponen biaya umrah jauh di atas harga paket tersebut.