Skip to content
Apple

Tinjauan Pelaporan Keuangan Apple

Apple Inc. (Apple) bergerak di bidang desain, manufaktur serta pemasaran atas mobile communication and media devices, personal computers, serta portable digital music players. Produk serta layanan perusahaan ini meliputi di antaranya iPhone, iPad, Mac, iPod, sistem operasi iOS dan Mac OS X, iCloud, serta jajaran aksesoris berikut layanan dukungan lain yang ditawarkan. Secara mendunia Apple memperdagangkan produknya melalui took daring (online stores), toko ritel (retail stores), tenaga penjualan langsung (direct sales force), grosir oleh pihak ketiga serta jajaran resellers. Apple bermarkas di Cupertino, Caifornia.

Apple didirikan oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne pada 1 April 1976, untuk mengembangkan dan menjual personal computer. Secara resmi lantas didirikan sebagai korporasi dengan nama Apple Computer, Inc. pada 3 Januari 1977. Hingga pada akhirnya kemudian tanggal 9 Januari 2007 diubah kembali menjadi Apple, Inc. sebagai refleksi atas pergantian fokus bisnis ini kepada produk elektronik konsumsi secara lebih umum.

Apple adalah perusahaan teknologi informasi terbesar di dunia dari sisi pendapatan, perusahaan teknologi terbesar di dunia jika diukur dari total aset[1], serta perusahaan terbesar kedua di dunia dalam bidang manufaktur telepon seluler[2]. Pada November 2014, tidak hanya menyandang status sebagai perusahaan terbesar yang diperdagangkan di bursa secara global berdasarkan kapitalisasi pasar, Apple menjadi perusahaan US pertama dengan nilai lebih dari US$ 700 milyar[3].

Per juli 2015 diketahui bahwa perusahaan ini mempekerjakan sekitar 115.000 pegawai tetap dan hingga April 2016 tercatat mengelola kurang lebih 476 toko ritel di tujuh belas negara[4]. Apple mengoperasikan Apple Store serta iTunes Store secara daring (online), yang mana iTunes Store merupakan retailer music terbesar di dunia. Terdapat lebih dari satu milyar pengguna aktif produk Apple di seluruh dunia per Maret 2016[5].

Apple mengelola bisnis utamanya pada basis geografis. Yang mana, pelaporan kinerja serta pengambilan keputusan akan didaarkan pada segmen operasi yang berbasis geografis. Segmen-segmen operasi tersebut terdiri atas Amerika (US), Eropa, China, Jepang dan Asia Pasifik Lainnya. Segmen operasi Amerika meliputi Amerika Utara dan Selatan. Segmen operasi Eropa meliputi negara-negara benua Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Segmen China meliputi China, Hong Kong serta Taiwan. Dan segmen Asia Pasifik Lainnya terdiri atas Australia serta negara-negara Asia lain yang tidak termasuk ke dalam segmen operasi lainnya. Setiap segmen operasi, meski begitu, menyediakan produk perangkat keras serta perangkat lunak yang sama, begitu juga dengan layanan yang diberikan.

Dengan saham yang diperdagangkan di NASDAQ bersama dengan beberapa perusahaan pionir lainnya di bidang teknologi informasi seperti Cisco dan Microsoft, Apple tercatat sebagai salah satu komponen dalam Dow Jones Industrial Average (Dow Jones)[6] per awal pembukaan indeks pasar saham ini di tahun 2015 lalu. Masuknya Apple ke dalam Dow Jones ini menggeser posisi AT&T.

Saat ini, saham Apple sedang mengalami guncangan. Oleh karena manuver seorang milyarder aktivis investor Carl Icahn, yang memutuskan menjual seluruh saham Apple miliknya oleh karena kekhawtiran atas risiko yang timbul dari pengaruh kejadian di China terhadap saham, membuat Apple menjadi saham dengan performa terburuk di Dow Jones[7]. Harian International Business Times menyebut bahwa pada Kamis di pekan akhir April (28/4), saham Apple ditutup dengan penurunan sebesar 3 persen di angka $95. Bahkan Dow Jones menutup perdagangan hari itu dengan kerugian 211 poin, atau 1.2 persen, di angka 17,831. Disebut sebagai pengaruh China dalam hal ini adalah kebijakan pemerintah China pada awal April untuk menutup iTunes Movies dan iBooks, enam bulan setelah layanan tersebut diluncurkan di sana. Sebagai negara yang menjadi pasar terbesar Apple di dunia, hal ini tentu memberikan hantaman bagi Apple berupa penurunan penjualan di negara tersebut sebesar 26 (dua puluh enam) persen[8].

Media The Country Caller bahkan juga menyebut bahwa pertumbuhan pada negara lain yang juga menjadi pasar kunci Apple seperti India, tidak mampu dijadikan harapan untuk menutup penurunan besar-besaran yang tengah terjadi di China. Data pada laporan keuangan tahun 2015 menunjukkan, penjualan bersih di China mencapai US$ 58.7 milyar, terbesar kedua setelah penjualan di US yang mencapai US$ 93.8 milyar. Meski begitu, China sempat menjadi pasar yang sangat menjanjikan sesuai data penjualan yang menunjukkan China sebagai segmen operasi dengan pertumbuhan yang paling pesat, yakni lonjakan angka penjualan bersih sebesar 84 persen dibandingkan dengan tahun 2014.

Disebabkan karakteristik industri di mana Apple sebagai sebuah perusahaan menjalani persaingan yang dilatari oleh pesatnya perkembangan teknologi, maka kemampuan kompetitif perusahaan sangat bergantung pada kemampuan untuk memberikan aliran produk, layanan serta teknologi yang kompetitif secara berkala dan kontinyu kepada khalayak pasar. Perusahaan terus mengembangkan teknologi baru untuk memperkuat produk yang telah ada serta melebarkan jangkauan produk yang ditawarkan melalui R&D, lisensi atas properti intelektual (HAKI), termasuk pula akuisisi atas bisnis dan tekologi yang berasal dari pihak ketiga. Pada tahun 2015, pengeluaran R&D Apple mencapai US$ 8.1 Milyar.

Saat ini, Apple merupakan pemegang hak paten dan hak cipta berkaitan dengan aspek-aspek tertentu atas perangkat keras, aksesoris, perangkat lunak dan beragam layanan. Perusahaan telah mendaftarkan atau telah menerapkan trademark dan service mark di US dan sejumlah negara lainnya. Meski perusahaan percaya bahwa kepemilikan atas paten dan hak-hak lain adalah sebuah faktor yang penting dalam bisnis, utamanya perusahaan tetap mengandalkan kemampuan inovatif, kompetensi teknis, dan kemampuan pemasaran dari tiap personel. Secara berkala perusahaan melakukan pengajuan atas paten sebagai langkah proteksi atas beragam inovasi yang hadir melalui serangkaian riset, desain dan pengembangan. Seiring berjalannya waktu perusahaan telah mengakumulasikan portofolio besar atas paten-paten yang telah diterbitkan di seluruh penjuru dunia.

Pada pertengahan tahun 2012, Apple menerima protes dari Greenpeace, yang menuntut agar Apple mengakhiri penggunaan batu bara dalam proses produksinya, serta beralih pada energi yang terbarukan[9]. Ini menyusul bahwa empat tahun sebelumnya di tahun 2008, Climate Counts, sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi terhadap bimbingan konsumen akan greenest companies, memberikan skor 11 kepada Apple dari skor maksimal 100, dan menaruh Apple pada posisi terakhir di antara perusahaan elektronik[10].

Sejak tahun 2008 itulah, Apple tercatat mulai menerbitkan Environmental Responsibility Progress Report, mencerminkan bahwa Apple sedang bergerak menuju perusahaan yang lebih ramah lingkungan[11]. Pada progress report tahun 2016, yang memuat usaha-usaha kepedulian terhadap lingkungan di tahun fiskal 2015, Apple berfokus pada tiga isu utama. Yang pertama adalah mengurangi dampak perubahan iklim (climate change) melalui penggunaan sumber energi yang terbarukan serta mendorong pada efisiensi energi pada produk dan fasilitas. Fokus berikutnya adalah konservasi sumber daya. Dengan inovasi yang patut diapresiasi ialah pengembangan Liam, robot yang dapat membongkar iPhone menjadi komponen individual, yang pada akhirnya memudahkan untuk perolehan kembali sumber daya yang terbatas seperti aluminium, emas dan kobalt. Dan yang terakhir adalah menjadi pelopor dalam penggunaan bahan baku yang lebih aman.

Menarik pula untuk menilik kembali proses hukum yang sempat dijalani Apple melawan raksasa lain di dunia teknologi, Samsung pada tahun 2012 (Apple Inc. v. Samsung Electronics Co., Ltd, et al.). sebagaimana diungkapkan dalam laporan keuangan, keputusan dalam pengadilan yang digelar di United States District Court, Northern District of California, San Jose Division, pada 24 Agustus 2012 memenangkan Apple dengan nilai sebesar US$ 1.05 milyar. Banding kemudian diajukan, yang pada tanggal 6 Maret 2014 menghasilkan keputusan final yang berpihak kepada Apple dengan nilai sekitar US$ 930 juta.

Apple merupakan perusahaan yang terus berekspansi. Terakhir, sesuai dengan informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan, pada 31 Juli 2014 Apple menyelesaikan proses akuisisi atas Beats Music, LLC, penyedia layanan streaming music berlangganan, berikut juga Beats Electronic, LLC, yang masyhur dikenal sebagai produsen headphones, speakers, dan audio software dengan merk Beats. Total harga untuk seluruh pembelian ini mencapai US$ 2.6 milyar, dengan mencatatkan adanya goodwill sebesar US$ 2.2 milyar.

Adalah hal yang menarik untuk mencermati pelaporan keuangan Apple. Laporan keuangan yang akan menjadi objek pembahasan adalah Laporan keuangan konsolidasian (Consolidated Financial Statements) Apple Inc. untuk tahun fiskal yang berakhir pada 26 September 2015[12]. Laporan keuangan konsolidasian ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Form 10-K. Form 10-K merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan publik berdasarkan The Federal Securities Law. Dalam Form 10-K, perusahaan menyerahkan laporan tahunan (annual report) kepada U.S. Securities and Exchange Comission (SEC). Laporan tahunan tersebut berisikan tinjauan komprehensif atas bisnis perusahaan serta kondisi finansial, dengan pula menyertakan laporan keuangan yang telah diaudit.

Apple mengadopsi tahun fiskal yang terdiri atas 52-53 minggu yang ditutup pada Sabtu terakhir di bulan September. Oleh sebab inilah, maka Apple mengakhiri setiap tahun fiskalnya pada tanggal yang hampir pasti berbeda-beda. Sementara di tahun 2015 tahun fiskal diakhiri pada tanggal 26 September, pada tahun 2014 tahun fiskal Apple berakhir pada tanggal 27 September dan 28 September di tahun 2013.

Laporan keuangan konsolidasian Apple untuk tahun fiskal yang berakhir pada 26 September 2015 diaudit oleh Enst & Young LLP, Independent Registered Public Accounting Firm. Laporan keuangan konsolidasian ini mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified). Ernst & Young LLP juga melakukan audit atas pengendalian internal Apple, berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam Internal Control – Integrated Framework yang diterbitkan oleh Committee of Sponsoring Organization of the Tradeway Comission dengan opini unqualified.

Laporan keuangan konsolidasian Apple disusun berdasarkan standar akuntansi GAAP, terdiri atas 6 (enam) komponen utama, yakni:

  1. Laporan Operasi Konsolidasian (Consolidated Statements of Operations)
  2. Laporan Laba/Rugi Komprehensif Konsolidasian (Consolidated Statements of Comprehensive Income)
  3. Neraca Konsolidasian (Consolidated Balance Sheet)
  4. Laporan Ekuitas Pemegang Saham Konsolidasian (Consolidated Statements of Shareholders’ Equity)
  5. Laporan Arus Kas Konsolidasian (Consolidated Statements of Cash Flows)
  6. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian (Notes to Consolidated Financial Statements)

Laporan Operasi Konsolidasian

Laporan Operasi Konsolidasian Apple dapat dilihat pada Lampiran I. Laporan Operasi Konsolidasian merupakan sebutan bagi Laporan Laba/Rugi dalam laporan keuangan Apple. Penamaan ini sejalan dengan definisi Kieso (2013:160), yang menyebut Laporan Laba/Rugi sebagai laporan yang mengukur kesuksesan operasi suatu perusahaan pada periode yang telah ditentukan. Laporan ini memiliki beberapa kegunaan antara lain melakukan evaluasi atas kinerja lampau dari perusahaan, menyediakan dasar bagi prediksi atas kinerja di masa yang akan datang, serta membantu menilai risiko maupun ketidakpastian untuk mencapai arus kas di masa mendatang. Meski begitu laporan laba/rugi memiliki keterbatasan utamanya berkaitan dengan kenyataan bahwa pengukuran dalam penyusunan laporan ini melibatkan judgement, serta bergantung pada metode akuntansi yang diterapkan.

Di tahun fiskal yang berakhir pada 26 September 2015, dari penjualan bersih yang mencapai US$ 233.715 juta, Apple mencatat laba bersih sebesar US$ 53.394 juta dan pendapatan operasi (operating income) sebesar US$ 71.230 juta. Marjin kotor Apple tercatat sebesar US$ 93.626 juta atau sekitar 40 persen dari nilai penjualan. Apple mencatatkan nilai EPS (Earning per Share) sebesar $9,28 (dengan diluted EPS $9,22).

Dalam laporan operasionalnya, Apple membagi beban operasional (operating expense) ke dalam dua kelompok besar. Yaitu riset dan pengembangan (research and development) serta beban penjualan, umum dan administrasi. Persaingan bisnis yang sangat ketat di dunia teknologi dan informasi mengharuskan Apple sebagai salah satu pemain besar di dalamnya untuk terus melakukan riset. Hal ini tercermin dalam laporan operasional yang menunjukkan bahwa biaya R&D Apple mencapai US$ 8.067 juta, atau mencapai 36 persen dari keseluruhan biaya operasional.

Kebijakan akuntansi yang dapat diidentifikasi berkaitan dengan laporan operasional, utamanya berkaitan dengan pengakuan pendapatan (revenue recognition). Perusahaan mengakui pendapatan manakala telah ada bukti persuasif atas transaksi, pengiriman telah terjadi, harga jual telah ditetapkan atau dapat ditentukan, dan pemungutan atas pendapatan telah dimungkinkan (collection is probable).

Namun pada beberapa jenis penjualan tertentu seperti penjualan daring (online) kepada individu, penjualan kepada pelanggan untuk keperluan edukasi di US, dan beberapa penjualan lainnya, perusahaan menangguhkan pendapatan sampai saat pelanggan menerima produk tersebut. Hal ini disebabkan perusahaan menjaga adanya porsi tertentu atas kerugian akibat proses transit, seperti adanya kehilangan dan hal-hal lainnya.

Pada umumya, perusahaan mengakui pendapatan atas penjualan produk perangkat keras, perangkat lunak yang dijual secara bersamaan dengan perangkat keras dengan keterkaitan yang esensial dengan fungsionalitas perangkat keras, serta konnte digital pihak ketiga yang dijual di iTunes Store dengan mengikuti panduan akuntansi yang umum dalam pengakuan pendapatan. Namun secara khusus, perusahaan juga mengakui pendapatan berdasarkan pada panduan akuntansi yang spesifik atas industri perangkat lunak berkaitan dengan beberapa transaksi penjualan tertentu. Misalnya penjualan atas produk perangkat lunak yang dijual terpisah (standalone), pembaruan (upgrades) atas perangkat lunak, dan perangkat lunak yang dijual bersamaan dengan perangkat keras dan tidak secara esensial berkaitan dengan fungsionalitas perangkat keras.

Kebijakan atas pengakuan pendapatan yang menarik pula untuk dicermati berkaitan dengan penjualan atas produk dari pihak ketiga. Untuk penjualan tersebut, Apple mengakui pendapatan berdasar pada jumlah kotor (gross amount) yang dibebankan kepada pelanggan. Hal ini disebabkan perusahaan menyelenggarakan pemberlakuan sendiri atas harga untuk produk-produk tersebut, mempertahankan risiko persediaan terkait untuk produk fisik, penanggung jawab utama (primary obligor) kepada pelanggan dan mengasumsikan risiko kredit atas jumlah yang dibebankan kepada pelanggan.

Berbeda halnya dengan penjualan aplikasi pihak ketiga melalui App Store dan Mac App Store maupun konten digital tertentu yang dijual melalui iTunes Store. Sebab dalam penjualan ini perusahaan tidak menentukan harga jual atas produk dan bukan pula penanggung jawab utama (primary obligor) kepada pelanggan. Oleh sebab itu, maka perusahaan mengakui penjualan berdasar pada komisi yang ditahan dari setiap penjualan. Dan jumlah kotor yang dibebankan kepada pelanggan yang diserahkan oleh perusahaan kepada pengembang aplikasi dari pihak ketiga tersebut serta pemilik konten digital, tidak tercermin dalam Laporan Operasi Konsolidasian.

Isu lain terkait pengakuan pendapatan adalah berkaitan dengan perlindungan harga (price protection) serta program insentif pelanggan (customer incentive programs) yang lainnya. Untuk transaksi berkaitan dengan perlindungan harga, perusahaan mengakui pendapatan secara net atas jumlah yang akan diberikan refund. Untuk program insentif pelanggan yang lain, estimasi biaya atas program-program ini diakui pada waktu mendatang manakala perusahaan telah menjual produknya maupun pada tanggal saat program tersebut ditawarkan.

Adalah hal yang menarik pula untuk melakukan pembahasan berkaitan dengan kebijakan akuntansi berkaitan dengan biaya-biaya dengan karakteristik tertentu. Secara khusus, Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Apple mengungkapkan kebijakan akuntansi terkait dengan 3 (tiga) biaya. Yakni pengangkutan (shipping cost), jaminan (warranty cost) serta pengembangan software (Software Development Cost).

Kebijakan akuntansi terkait dengan biaya pengangkutan terbagi menjadi dua, yaitu jumlah yang dibebankan kepada pelanggan serta biaya pegangkutan yang sebenarnya ditanggung perusahaan. Jumlah yang dibebankan (billed) kepada pelanggan berkaitan dengan shipping and handling akan diklasifikasikan sebagai pendapatan. Sementara biaya shipping and handling perusahaan secara keseluruhan diakui sebagai harga pokok penjualan (cost of sales). Produk dianggap telah terkirim kepada pelanggan pada saat dikapalkan serta kepemilikan, risiko kerugian dan manfaat atas kepemilikan telah ditransfer. Pada sebagian besar penjualan Apple, kondisi ini tercapai pada saat barang dikapalkan (shipped).

Secara umum perusahaan membuat estimasi biaya atas jaminan perangkat lunak dan perangkat keras bertepatan dengan waktu diakuinya pendapatan. Perusahaan melakukan penilaian atas kecukupan kewajiban berkaitan dengan jaminan (accrued warranty liabilities), serta menyesuaikan jumlahnya berdasarkan kejadian aktual maupun beragam perubahan dalam estimasi masa depan.

Biaya terkait dengan riset dan pengembangan (R&D) dibebankan pada saat terjadinya (as incurred). Hal ini dikarenakan biaya pengembangan atas perangkat lunak komputer yang akan dijual, disewakan, ataupun dipasarkan adalah subjek kapitalisasi manakala kelayakan produk dari sisi teknologi (product’s technological feasibility) telah mapan (established) dan beakhir manakala produk telah tersedia untuk dirilis secara umum kepada pelanggan. Dalam banyak kejadian, produk perusahaan dirilis segera setelah kelayakan dari sisi teknologi telah mapan, dan sebagai hasilnya biaya pengembangan perangkat lunak dibebankan pada saat terjadinya.

Berikutnya adalah mengenai perhitungan pendapatan per lembar saham (EPS) yang tercantum dalam Laporan Operasi Konsolidasian. Ada dua jenis EPS yakni basic EPS dan diluted EPS. Dalam Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian, Apple mengungkap bahwa basic EPS dihitung dengan membagi pendapatan yang tersedia bagi pemegang saham biasa dengan jumlah rata-rata tertimbang atas saham yang beredar pada periode tersebut. Sedangkan pada perhitungan atas diluted EPS, selain jumlah rata-rata tertimbang atas saham yang beredar, denominator juga termasuk penambahan jumlah saham biasa yang akan beredar jika sekuritas dilutive yang potensial pada akhirnya telah diterbitkan. Sekuritas dilutif yang potensial ini meliputi opsi saham yang beredar, saham yang akan dibeli berdasarkan rencana pembelian saham pegawai oleh perusahaan, saham terbatas yang belum diberikan, serta RSU yang belum diberikan.

 

Laporan Laba/Rugi Komprehensif Konsolidasian

Laporan Laba/Rugi Komprehensif Konsolidasian Apple dapat dilihat dalam Lampiran I. Laba komprehensif Apple terdiri atas dua komponen, yakni laba bersih dan OCI (Other Comprehensive Income). OCI mengacu pada pendapatan, beban, serta keuntungan dan kerugian yang menurut GAAP dicatat sebagai elemen ekuitas pemegang saham, namun dikecualikan dari laba bersih.

OCI Apple terdiri atas salah satunya penyesuaian atas translasi mata uang asing dari anak perusahaan yang tidak menggunakan dolar US sebagai mata uang fungsional. Selain itu juga berasal dari keuntungan dan kerugian netto yang ditangguhkan atas instrumen derivatif tertentu sebagai cash flow hedges serta keuntungan dan kerugian yang belum direalisasikan atas sekuritas yang diperdagangkan dengan klasfikasi available-for-sale.

Pada tahun fiskal yang berakhir 26 September 2015, Apple mencatat laba komprehensif sebesar US$ 51.967 juta. Yang berarti, terdapat total kerugian komprehensif lainnya sebesar US$ 1.427 juta. Fluktuasi atas nilai wajar dari instrumen derivatif memiliki kontribusi terbesar atas kerugian komprehensif Apple.

Neraca Konsolidasian

Neraca konsolidasian Apple dapat dilihat dalam Lampiran I. Menurut Kieso (2013:214), neraca melaporkan aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham sebuah perusahaan pada tanggal tertentu. Dalam hal ini, adalah posisi keuangan di akhir tahun fiskal Apple yakni 26 September 2015. Laporan keuangan ini menyediakan informasi berkaitan dengan bentuk dan jumlah investasi pada sumber daya perusahaan, kewajiban kepada kreditur, dan ekuitas pemilik pada sumber daya bersih. Dalam neraca Apple, diketahui bahwa total nilai aset bersih (net assets) yang dimiliki Apple adalah US$ 171.124 juta. Maka dari itu, neraca dapat membantu dalam melakukan prediksi atas jumlah, waktu, serta ketidakpastian atas arus kas di masa mendatang.

Beberapa kebijakan akuntansi terkait dengan akun-akun dalam neraca antara lain:

  1. Cash Equivalents and Marketable Securities

Seluruh investasi yang bersifat likuid, dengan jatuh tempo maksimum 3 bulan dari tanggal pembelian diklasifikasikan sebagai setara kas. Sekuritas modal dan hutang yang diperdagangkan diklasifikasikan sebagai available-for-sale. Manajemen menentukan klasifikasi investasi pada tanggal pembelian, dan melakukan evaluasi ulang setiap tanggal neraca.

Apple mengklasifikasikan sekuritas hutag yang diperdagangkan sebagai jangka pendek maupun jangka panjang berdasarkan tanggal jatuh tempo kontraktual masing-masing sekuritas. Untuk sekuritas dengan tanggal jatuh tempo kurang dari 12 bulan diklasifikasikan sebagai jangka pendek dan yang memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari 12 bulan sebagai jangka panjang. Sekuritas modal yang diperdagangkan, diklasifikasikan sebagai jangka pendek maupun jangka panjang berdasarkan karakteristik setiap sekuritas dan ketersediaannya untuk dipergunakan pada operasional terkini.

Sekuritas yang diperdagangkan, diukur dalam nilai wajar, dengan unrealized gain or losses netto pajak, dilaporkan sebagai komponen dalam Accumulated Other Comprehensive Income. Terkecuali dalam hal ini unrealized losses yang diyakini tidak secara temporer. Kerugian ini, dilaporkan dalam laba/rugi tahun fiskal berjalan. Biaya dari sekuritas yang diperdagangkan didasarkan pada metode identifikasi yang spesifik.

  1. Derivative Financial Instruments

Apple mencatat instrument derivatif sebagai aset maupun kewajiban pada nilai wajar. Untuk instrument derivatif yang tergolong sebagai cash flow hedges, maka porsi efektif dari keuntungan maupun kerugian atas instrumen derivatif tersebut dilaporkan sebagai Accumulated Other Comprehensive Income dan kemudian diklasifikasikan ulang pada periode tersebut maupun periode mendatang manakala transaksi yang melibatkan hedges tersebut mempengaruhi pendapatan. Sementara untuk instrumen derivatif yang dikategorikan sebagai fair value hedges, masing-masing keuntungan dan kerugian atas instrumen derivatif tersebut maupun atas offsetting item yang melibatkan hedges diakui dalam earning pada periode terkini. Dan untuk instrumen derivatif yang tergolong sebagai net investment hedge, keuntungan maupun kerugian bersih pada porsi efektif dari instrument derivatif dilaporkan dengan cara yang sama sebagaimana penyesuaian atas translasi mata uang asing. Selain itu, untuk instrument derivatif yang tidak tergolong sebagai hedges, maka dilakukan penyesuaian atas nilai wajar melalui earning di periode terkini.

  1. Allowance for Doubtful Accounts

Perusahaan merekam penyisihan piutang tak tertagih berdasarkan penilaian atas beragam faktor, termasuk juga pengalaman historis, umur saldo piutang, kualitas kredit perusahaan pelanggan, kondisi ekonomi terkini, dan faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan pelanggan dalam melakukan pembayaran.

  1. Inventories

Persediaan dinyatakan pada nilai yang lebih rendah antara biaya yang diukur dengan metode FIFO dengan Net Realizable Value. Penyesuaian apapun yang mengurangi biaya persediaan atas net realizable value ini diakui pada periode terkini.

  1. Property, Plant and Equipment

Properti, pabrik dan peralatan dinyatakan menurut biaya historis. Depresiasi dihitung menggunakan metode garis lurus sepanjang umur manfaat aset tersebut. Yang untuk bangunan pada umumnya kurang dari 30 tahun, antara 1-5 tahun untuk mesin dan peralatan, serta jangka waktu yang lebih rendah antara masa sewa dengan 10 tahun untuk aset yang disewa melalui leasing. Perusahaan mengkapitalisasi biaya yang pantas untuk memperoleh atau mengembangkan perangkat lunak untuk penggunaan internal yang terjadi sebelum tahap awal proyek. Biaya yag dikapitalisasi terkait dengan perangkat lunak yang digunakan internal menggunakan metode garis lurus sepanjang masa manfaat aset, yakni antara 3-5 tahun.

  1. Long-Lived Assets Including Goodwill and Other Acquired Intangible Assets

Apple menyebut aset jangka panjang sebagai long-lived assets. Aset jangka panjang direiviu atas impairment setiap kali dijumpai kejadian maupun perubahan keadaan yang mengindikasikan nilai buku (carrying amount) atas aset tersebut mungkin tidak dapat diperoleh kembali (may not be recoverable). Recoverability atas aset-aset tersebut diukur berdasarkan perbandingan antara nilai buku dengan arus kas masa depan tidak terdiskonto yang diharapkan akan dhasilkan dari aset tersebut. Jka properti, pabrik dan peralatan serta beberapa aset tidak berwujud yang dapat diidentifikasi diketahui mengalami impairment, maka impairment tersebut diakui sebesar jumlah kelebihan nilai buku tersebut atas nilai wajarnya.

Perusahaan tidak mengamortisasi goodwill dan aset tidak berwujud yang umur manfaatnya tidak dapat diidentifikasi, namun aset-aset tersebut harus menjalani uji impairment setidaknya setiap tahun maupun lebih awal ketika kejadian maupun perubahan keadaan mengindikasikan bahwa aset tersebut mengalami impairment. Pengujian ini dilakukan Apple pada kuartal keempat di setiap tahun fiskalnya.

Perusahaan mengamortisasi aset tidak berwujud yang umur manfaatnya diketahui sepanjang perkiraan masa manfaat aset-aset tersebut. Selain itu, reviu impairment atas aset-aset tersebut juga dilakukan. Apple, rata-rata mengamortisasi aset tidak berwujudnya dalam jangka waktu tiga hingga tujuh tahun fiskal.

Selain itu, berdasarkan pada keterangan dalam Catatan atas Laporan Keuangan, perusahaan mengaplikasikan akuntansi nilai wajar atas seluruh aset dan kewajiban finansial, berikut pula aset dan kewajiban non finansial yang diakui maupun diungkapkan pada nilai wajar dalam laporan keuangan secara rutin. Apple mendefinisikan nilai wajar sebagai harga yang akan diterima dari penjualan aset, maupun yang akan dibayarkan untuk mentransfer kewajiban dalam transaksi wajar antara pelaku pasar di tanggal pengukuran. Dalam menentukan pengukuran atas nilai wajar aset dan kewajiban, perusahaan mempertimbangkan pasar utama maupun yang paling memberikan keuntungan untuk perusahaan melakukan transaksi, serta pengukuran risiko berbasis pasar maupun asumsi bahwa pelaku pasar akan menggunakan misalnya, risiko inheren dalam teknik penilaian, restriksi transfer maupun risiko kredit, dalam menilai aset dan kewajiban.

Apple mengestimasi nilai wajar dengan mengaplikasikan suatu hirarki. Hirarki tersebut menjadi dasar bagi penentuan prioritas atas input yang digunakan untuk menilai nilai wajar. Dengan prioritas utama adalah input dengan level terrendah. Hirarki tersebut adalah sebagai berikut:

Level 1 – Kutipan harga di pasar yang aktif untuk aset dan kewajiban yang identik.

Level 2 – Observable inputs selain daripada kutipan harga di pasar yang aktif untuk aset dan kewajiban identik, kutipan harga atas aset dan kewajiban yang identik maupun mirip di pasar yang tidak aktif, atau masukan lain yang dapat diamati maupun dapat dikuatkan dengan data pasar yang dapat diamati atas aset dan kewajiban.

Level 3 –Masukan yang secara umum tidak dapat diamati dan merefkelsikan estimasi manajemen atas asumsi bahwa pelaku pasar akan menggunakannya dalam menilai aset maupun kewajban.

Laporan Ekuitas Pemegang Saham Konsolidasian

Laporan Ekuitas Pemegang Saham Konsolidasian Apple dapat dilihat dalam Lampiran I. Dalam laporan ekuitas pemegang saham konsolidasian, dapat diamati bahwa sebagaimana dua tahun konsekutif sebelumnya, terdapat peningkatan nilai saham beredar oleh kebijakan Apple atas share-based compensation.

Dapat diamati pula bagaimana perusahaan mengalokasikan laba bersih yang diperoleh dari tahun fiskal yang berakhir 26 September 2015. Dari laba bersih yang dicatatkan oleh Apple sebesar US$ 53.394 juta, kenaikan laba ditahan hanya sebesar US$ 5.159 juta[13]. Manajemen Apple mengalokasikan sebagian besar laba bersih yang diperoleh pada tahun fiskal tersebut untuk pembelian kembali saham biasa sebesar US$ 36.026 juta, serta pembagian dividen bagi pemegang saham sebesar US$ 11.627 juta. Pada akhirnya, secara agregat diketahui bahwa ekuitas pemegang saham Apple mengalami peningkatan sebesar US$ 7.808 juta pada akhir tahun fiskal tersebut[14].

Laporan Arus Kas Konsolidasian

Kieso (2013: 228) menyatakan bahwa tujuan utama dari penyusunan Laporan Arus Kas adalah menyediakan informasi yang relevan berkaitan dengan penerimaan serta pembayaran kas suatu perusahaan dalam periode tertentu. Mencapai tujuan ini, laporan arus kas melaporkan hal-hal berikut:

  1. Efek kas atas operasi dalam periode tersebut
  2. Transaksi investasi
  3. Transaksi pendanaan
  4. Penambahan atau pengurangan kas dalam periode tersebut

Laporan Arus Kas Konsolidasian Apple dapat dilihat dalam Lampiran I. Apple menggunakan metode tidak langsung (indirect method) dalam penyusunan laporan arus kas. Metode tidak langsung dalam penyusunan laporan arus kas dilakukan dengan membuat penyesuaian terhadap net income perusahaan.

Untuk tahun fiskal yang berakhir 26 September 2015, arus kas bersih Apple positif pada angka US$ 7.276 juta. Operasional perusahaan mampu menghasilkan arus kas positif sebesar US$ 81.266 juta. Namun, perusahaan juga melakukan manuver dalam hal investasi serta pendanaan.

Misalnya dalam aktivitas investasi. Tercatat ada arus kas keluar sebesar US$ 11.247 juta untuk perolehan aset tetap properti, pabrik dan peralatan. Juga tercatat selisih lebih pembelian sekuritas untuk diperdagangkan tehadap penjualan sekuritas yang diperdagangkan sebesar US$ 58.995 juta[15] yang menggambarkan manajemen kas Apple melalui jual beli sekuritas untuk diperdagangkan.

Ditilik pula dalam aktivitas pendanaan, Apple mengeluarkan kas sebesar US$ 35.253 juta untuk pembelian kembali saham biasa sesuai dengan rencana perusahaan. Pembelian kembali saham ini antara lain sebagai bagian dari Employee Stock Purchase Plan serta kebijakan Share-based Compensation. Selain itu, arus kas pendanaan juga terdiri atas aktivitas umum seperti pembayaran dividen sebesar US$ 11.561 juta, diiringi dengan penambahan hutang senilai US$ 27.114 juta.

Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Apple terbagi ke dalam 12 (dua belas) catatan, yang mencerminkan kebijakan pegungkapan (disclosure) dalam pelaporan keuangan Apple. Komponen Catatan atas Laporan Keuangan tersebut adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut ini.

acct-notes

Dalam catatan atas laporan keuangan, perusahaan menyatakan bahwa tidak ada transaksi yang direkam berkaitan dengan garansi finansial, subordinated retained interests, instrumen derivatif. Termasuk pula perjanjian kontinjen lainnya yang dapat mengakibatkan perusahaan mengalami risiko berkelanjutan, kewajiban kontinjen, atau beragam kewajiban lainnya berkaitan dengan kepentingan atas entitas mengenai pendanaan, likuiditas, risiko pasar, ataupun risiko kredit kepada perusahaan, atau melakukan perikatan leasing, hedging, atau R&D dengan perusahaan.

Footnotes:

[1] Chen, Liyan (May 11, 2015). “The World’s Largest Tech Companies: Apple Beats Samsung, Microsoft, Google” (http://www.forbes.com/sites/liyanchen/2015/05/11/the-worlds-largest-tech-companies-apple-beats-samsung-microsoft-google/#39b5b4fc415a). Forbes. Dimuat pada 15 Mei 2015, diakses pada 1 Mei 2016.

[2] Dent, Steve (July 31, 2015). “Huawei passes Microsoft as third-largest mobile phone maker” (http://www.engadget.com/2015/07/31/huawei-microsoft-smartphone-sales/). Engadget. AOL. Dimuat pada 14 Agustus 2015, diakses pada 1 Mei 2016

[3] Tim Higgins, Joseph Ciolli and Callie Bost (November 25, 2014). “Apple Inc market cap tops US$700B, double what it was when Tim Cook took over as CEO” (http://business.financialpost.com/fp-tech-desk/apple-inc-tops-us700-billion-market-share-on-strong-iphone-and-ipad-demand?__lsa=df9f-2cad). Financial Post. Dimuat pada 25 November 2014, diakses pada 1 Mei 2016.

[4] Apple Stores: Keep track of Apple’s retail stores worldwide (http://www.macrumors.com/roundup/apple-retail-stores/). Mac Rumors. Diakses pada 1 Mei 2016.

[5] Dillet, Romain (March 21, 2016). “Apple’s Tim Cook on iPhone unlocking case: “We will not shrink from this responsibility” (http://techcrunch.com/2016/03/21/apples-tim-cook-on-iphone-unlocking-case-we-will-not-shrink-from-this-responsibility/). TechCrunch. AOL. Dimuat 21 Maret 2016, diakses 1 Mei 2016.

[6] Dow Jones Industrial Average (DJIA) merupakan indeks pasar saham yang menunjukkan perdagangan saham dari 30 perusahaan publik besar di US. (https://en.wikipedia.org/wiki/Dow_Jones_Industrial_Average)

[7]Dow Jones Industrial Average Plunges after Investor Carl Icahn Says He Sold His Entire Apple Inc. (AAPL) Stake” (http://www.ibtimes.com/dow-jones-industrial-average-plunges-after-investor-carl-icahn-says-he-sold-his-2361102). International Business Times. Dimuat pada 28 April 2016, diakses pada 15 Mei 2016.

[8] Salomon, Myrna (April 29, 2016). “Apple Inc. (NASDAQ:AAPL) Stock: Carl Icahn’s Statements Could Mean A Long-drawn Decline in Market Cap”. (http://www.thecountrycaller.com/29424-apple-inc-nasdaqaapl-stock-carl-icahns-statements-could-mean-a-long-drawn-decline-in-market-cap/). The Country Caller. Dimuat 29 April 2016, diakses pada 15 Mei 2016.

[9]  McMillan, Robert (May 17, 2012). “After Greenpeace Protests, Apple Promises to Dump Coal Power” (http://www.wired.com/2012/05/apple_coal/). Wired Magazine. Dimuat 17 Mei 2012, diakses pada 15 Mei 2016.

[10] Gonsalves, Antone (May 9, 2008).  “Environmental Group Hits Apple” (http://www.informationweek.com/desktop/environmental-group-hits-apple/d/d-id/1067695?). Dimuat 9 Mei 2008, diakses 15 Mei 2016.

[11] Selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut: http://www.apple.com/environment/

[12] Laporan keuangan ini dapat diunduh melalui tautan berikut: http://investor.apple.com/secfiling.cfm?filingid=1193125-15-356351&cik=320193

[13] Retained Earnings Balances as of September 26, 2015 sebesar US$ 92.284 juta dikurangi dengan Retained Balances as of September 27, 2014 sebesar US$ 87.152 juta.

[14] Sesuai data pada laporan ekuitas pemegang saham konsolidasian, Ekuitas Pemegang Saham per tanggal 27 Sptember 2014 sebesar US$ 119.355 juta dikurangi dengan Ekuitas Pemegang Saham per tanggal 26 September 2015 sebesar US$ 111.547 juta

[15] Sesuai dengan data pada laporan arus kas konsolidasian, Purchases of marketable securities US$ 166,402 juta dikurangi dengan Proceeds from sales of marketable securities US$ 107,447 juta

Lucky mustard.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*